Menjalankan puasa qadha Ramadhan bersamaan dengan hari-hari istimewa di bulan Dzulhijjah adalah hal yang diperbolehkan. Umat Muslim yang berniat mengganti utang puasa wajib di waktu ini secara otomatis akan mendapatkan pahala puasa sunnah karena dilakukan pada hari-hari yang penuh kemuliaan.
Keputusan ini merujuk pada pandangan para ulama yang menyebutkan bahwa keutamaan hari-hari di bulan Dzulhijjah tetap bisa diraih meskipun niat utamanya adalah untuk menunaikan kewajiban. Jadi, tidak perlu merasa bingung lagi karena kedua kebaikan tersebut bisa didapatkan sekaligus tanpa mengurangi nilai ibadah wajib yang dijalankan.
Agar ibadah di bulan yang berkah ini makin mantap, berikut adalah poin-poin yang akan dibahas:
- Hukum menggabungkan niat puasa menurut pandangan MUI dan ulama.
- Saran terbaik dari NU Online dan Buya Yahya mengenai urutan puasa.
- Jadwal pelaksanaan puasa yang dimulai pada tanggal 18 Mei 2026.
- Daftar bacaan niat resmi dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah.
Hukum Menggabungkan Puasa Qadha Ramadhan dan Dzulhijjah
Membayar utang puasa Ramadhan tepat pada hari-hari sunnah di bulan Dzulhijjah adalah tindakan yang sah dan dibenarkan. Menurut penjelasan MUI Digital, seseorang tetap bisa meraih keutamaan hari-hari mulia tersebut saat ia menunaikan kewajiban mengganti puasa yang tertinggal. Hal ini menjadi kabar baik bagi siapa saja yang ingin urusan wajibnya selesai namun tetap ingin mencicipi keberkahan bulan haji.
Dasar aturan ini selaras dengan fatwa Imam Al-Barizi yang ditulis kembali oleh Syekh Abu Bakr Syatha Ad-Dimyathi.
Penjelasan beliau sangat tegas:setiap puasa yang dilakukan pada hari-hari yang memiliki keistimewaan khusus akan mendatangkan pahala sunnah secara otomatis. Hal ini berlaku meskipun niat yang diucapkan di dalam hati hanya untuk puasa wajib seperti qadha Ramadhan.
Saran Prioritas dari NU Online dan Buya Yahya
Mendahulukan puasa wajib adalah langkah yang paling utama bagi siapa saja yang masih punya tanggungan utang puasa.
Laman NU Online menyarankan agar beban kewajiban diselesaikan terlebih dahulu. Namun, jika waktunya sudah sangat dekat dengan hari-hari besar seperti Tarwiyah atau Arafah, maka melakukan qadha Ramadhan di hari-hari tersebut adalah pilihan yang sangat menguntungkan karena membuahkan dua pahala sekaligus.
Buya Yahya dalam kajiannya di Al-Bahjah TV juga memberikan catatan penting mengenai cara meniatkannya:
- Niat puasa wajib harus berdiri sendiri dan tidak boleh dicampur aduk.
- Umat Muslim cukup berniat untuk qadha Ramadhan saja.
- Pahala puasa sunnah Dzulhijjah akan mengikuti dengan sendirinya karena ibadah dilakukan di waktu yang utama.
- Ibadah wajib tidak boleh dikalahkan atau ditinggalkan hanya demi mengejar yang sunnah.
Niat Puasa Qadha Ramadhan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta’ala.”
Panduan Niat Puasa Sesuai Jadwal Pelaksanaannya
Seluruh rangkaian ibadah ini dimulai pada tanggal 18 Mei 2026 saat bulan Dzulhijjah tiba. Puasa ini sangat dianjurkan untuk dilakukan mulai tanggal 1 hingga puncaknya di tanggal 9 Dzulhijjah.
Berikut adalah bacaan niat yang harus diikuti sesuai dengan urutan harinya jika hanya ingin menjalankan puasa sunnah saja.
| Nama Puasa | Tanggal Pelaksanaan | Bacaan Niat (Latin) |
| Puasa 1–7 Dzulhijjah | 18 Mei – 24 Mei 2026 | “Nawaitu shauma syahri dzulhijjah sunnatan lillaahi ta’aala.” |
| Puasa Tarwiyah | 8 Dzulhijjah (25 Mei 2026) | “Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta’aala.” |
| Puasa Arafah | 9 Dzulhijjah (26 Mei 2026) | “Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillaahi ta’aala.” |
Artinya:
- Niat 1–7 Dzulhijjah: “Aku berniat puasa bulan Dzulhijjah, sunnah karena Allah Ta’ala.”
- Niat Tarwiyah: “Saya berniat puasa Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
- Niat Arafah: “Aku berniat puasa Arafah karena Allah Ta’ala.”
Catatan Penting Bagi yang Menjalankan Puasa Qadha Ramadhan
Satu hal paling penting yang harus diingat adalah membayar utang puasa Ramadhan di bulan Dzulhijjah tetap sah dan membuahkan pahala sunnah secara otomatis, asalkan niat yang diucapkan adalah niat puasa qadha (wajib).
Mari kita segera hitung sisa utang puasa kita dan manfaatkan datangnya bulan penuh keberkahan ini untuk menyelesaikannya! Semoga setiap langkah ibadah kita diterima dan diberikan keberkahan oleh Allah SWT.
