Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Naik Haji

Rencana haji Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa di tengah fokusnya menjaga stabilitas rupiah lewat pasar obligasi.

Pernahkah kita membayangkan bagaimana seorang menteri membagi fokusnya antara urusan ekonomi negara yang super padat dan persiapan spiritual menjelang ibadah haji? Panggilan ke Tanah Suci memang selalu membawa getaran tersendiri bagi kita sebagai umat Islam, tak terkecuali bagi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Di sela-sela kesibukannya mengawal stabilitas mata uang kita, Menkeu Purbaya rupanya sedang bersiap diri untuk segera berangkat menunaikan rukun Islam kelima ini dalam waktu dekat.

Jika tidak ada aral melintang, momen sakral tersebut akan dimulai pada pertengahan minggu ini.

“Kamis (21/5), kalau nggak ada halangan,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Persiapan Spiritual dan Pengakuan Jujur Sang Menteri

Menjalankan ibadah haji tentu membutuhkan kesiapan mental dan spiritual yang matang. Di tengah dinamika tugasnya, Purbaya mengatakan dirinya telah melakukan persiapan ibadah haji sejak dua pekan terakhir. Menariknya, ia membagikan cerita yang sangat manusiawi dan dekat dengan keseharian kita saat bersiap ibadah, yaitu perjuangan dalam menghafal doa-doa haji.

Dia menyebut masih mempelajari doa-doa untuk pelaksanaan ibadah haji.

“Persiapan haji sudah dua minggu lalu, sudah belajar tapi doa-doanya, masih lupa juga,” ucapnya.

Mengingat tanggung jawab besar yang tengah diembannya di tanah air, Purbaya juga mengatakan rencananya akan menjalankan ibadah haji selama 10 hari.

“10 hari,” ucapnya singkat.

Rapat Penting Bersama Presiden Prabowo Sebelum Keberangkatan

Sebelum mematangkan rencana keberangkatannya ke Mekkah, Purbaya terlebih dahulu menyelesaikan agenda krusial negara. Pada Senin sore, Purbaya mengikuti rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri bidang ekonomi yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Pertemuan strategis ini juga dihadiri oleh para pejabat tinggi negara lainnya. Pejabat lain yang mengikuti ratas tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Strategi Rp2 Triliun per Hari Demi Stabilkan Rupiah

Sebagai nakhoda finansial, Purbaya memastikan bahwa urusan domestik tetap aman sebelum ditinggal beribadah. Usai mengikuti ratas, Purbaya memastikan berbagai langkah terus diambil untuk membantu menstabilkan nilai tukar rupiah termasuk dengan terlibat lebih aktif di dalam pasar obligasi.

Langkah taktis ini diambil agar kondisi ekonomi tetap kuat dan kondusif bagi masyarakat.

“Kita sudah masuk ke ‘bond market’ bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil,” kata Menkeu.

Rencananya pemerintah akan menjalankan skema Dana Stabilisasi Obligasi (Bond Stabilization Fund) dengan menggunakan anggaran yang tersedia. Ketika ditanya lebih lanjut terkait jumlah dana yang akan masuk, Purbaya menyebut dirinya meminta Rp2 triliun setiap harinya masuk ke pasar obligasi.

“Kita masih punya beberapa tempat, itu kan hanya ‘cash management’ saja. Jadi tidak masalah,” jelas Purbaya ketika ditanya lebih lanjut mengenai asal dari dana yang akan masuk ke pasar obligasi tersebut.

Melalui intervensi ini, dia menyebut perputaran uang di pasar obligasi diproyeksikan dapat mendorong sentimen positif di pasar obligasi. Dengan sentimen positif, jelasnya, biasanya asing juga akan turut masuk ke pasar. Langkah ini menjadi komitmen nyata sang menteri demi memastikan ekonomi kita tetap stabil selagi dirinya berfokus ibadah di Tanah Suci.