Umat Muslim wajib mengetahui bacaan niat shalat Idul Adha yang benar, baik saat bertindak sebagai imam maupun makmum, agar ibadah di hari raya menjadi sah. Shalat Idul Adha adalah ibadah dua rakaat yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka.
Tulisan ini merangkum bacaan niat lengkap dengan tulisan Arab, bahasa latin, arti, urutan tata cara shalat, hingga amalan sunnah yang bisa dilakukan untuk menambah pahala.
Bacaan Niat Shalat Idul Adha Lengkap
Niat merupakan syarat utama dalam ibadah, sehingga umat Muslim disunahkan melafalkannya sesuai dengan posisi masing-masing di dalam shaf shalat.
Niat Shalat Idul Adha untuk Imam
اُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ
Latin: Ushalli sunnatal li‘idil adha rak‘ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta‘aala. Allaahu akbar.
Artinya: “Aku berniat shalat sunah Iduladha dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Taala. Allahu Akbar.”
Niat Shalat Idul Adha untuk Makmum
اُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ
Latin: Ushalli sunnatal li‘idil adha rak‘ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta‘aala. Allaahu akbar.
Artinya: “Aku berniat shalat sunah Iduladha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Taala. Allahu Akbar.”
Urutan Tata Cara Shalat Idul Adha
Pelaksanaan shalat dua rakaat ini memiliki sedikit perbedaan dari shalat wajib, terutama pada jumlah takbir di rakaat pertama dan kedua.
Berikut adalah panduan langkah demi langkah saat menunaikan ibadahnya:
- Membaca niat shalat Idul Adha sesuai posisi (imam atau makmum).
- Melakukan takbiratul ihram (Allahu Akbar).
- Membaca doa iftitah secara khusyuk.
- Bertakbir sebanyak 7 kali pada rakaat pertama. Di sela-sela takbir, jamaah disunahkan membaca kalimat tasbih: سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ (Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha illallah, wallahu akbar).
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah atau ayat lain dari Al-Qur’an.
- Rukuk dengan tuma’ninah.
- I’tidal dengan tuma’ninah.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Bangkit ke rakaat kedua sambil bertakbir.
- Bertakbir sebanyak 5 kali. Di antara takbir, jamaah juga dianjurkan membaca kalimat tasbih yang sama seperti pada rakaat pertama.
- Membaca Surah Al-Fatihah.
- Membaca surah lainnya dari Al-Qur’an.
- Rukuk.
- I’tidal.
- Sujud pertama.
- Duduk antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Tasyahud akhir.
- Salam.
- Tetap duduk di tempat untuk mendengarkan khutbah Iduladha sampai selesai.
Waktu Terbaik Melaksanakan Shalat Id
Waktu untuk memulai shalat Idul Adha berjalan sejak matahari terbit di ufuk timur sampai sebelum masuknya waktu shalat Zuhur. Namun, waktu yang paling utama adalah saat matahari sudah naik setinggi satu tombak dalam pandangan mata. Para ulama menyarankan agar shalat Id ini dikerjakan lebih awal di pagi hari, supaya umat Muslim memiliki waktu yang lebih longgar untuk mengurus dan menyembelih hewan kurban setelah shalat selesai.
Amalan Sunnah di Hari Raya Idul Adha
Umat Muslim bisa mendulang lebih banyak pahala di hari raya dengan menghidupkan berbagai amalan yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
- Bertakbir: Mengagungkan nama Allah yang dimulai sejak Subuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga waktu Asar di hari terakhir Tasyriq (13 Dzulhijjah). Takbir ini dilantunkan setiap selesai shalat wajib maupun sunah.
- Mandi sebelum shalat: Membersihkan seluruh anggota badan sebelum berangkat ke tempat ibadah demi menyambut hari raya dalam keadaan suci dan segar.
- Berangkat pagi-pagi: Datang lebih awal ke tempat shalat bagi para jamaah, sedangkan imam dianjurkan datang mendekati waktu shalat dimulai.
- Berhias dan memakai pakaian terbaik: Memakai pakaian bersih, rapi, memotong kuku, dan menggunakan wewangian untuk menghilangkan bau tidak sedap.
- Menggunakan jalan berbeda saat berangkat dan pulang: Mengikuti kebiasaan Rasulullah SAW yang selalu memilih rute jalan yang berbeda saat pergi dan pulang dari lokasi shalat Id.
- Tidak makan sebelum shalat: Berbeda dengan Idul Fitri, saat Idul Adha justru dianjurkan untuk menahan diri tidak makan dahulu sampai selesai menunaikan shalat.
- Mengucapkan tahniah: Saling menyampaikan ucapan selamat hari raya kepada sesama muslim yang bisa dibersamai dengan jabat tangan ramah.
- Mendengarkan khutbah: Mengambil tempat duduk yang rapi dan menyimak nasihat yang disampaikan oleh khatib setelah shalat selesai.
Hal paling penting yang harus diingat adalah memastikan bacaan niat shalat Idul Adha sudah sesuai dengan posisi kita (imam atau makmum) serta mengikuti urutan takbir ekstra (7 kali di rakaat pertama dan 5 kali di rakaat kedua) agar ibadah berjalan sempurna.
BACA JUGA: Contoh Khutbah Idul Adha Singkat
