Bacaan Niat Puasa Tarwiyah: Arab, Latin, dan Artinya

Ini lafal niat puasa Tarwiyah yang benar menjelang Iduladha. Pelajari waktu terbaik membaca niat, ketentuan hukum, dan panduan praktisnya di sini.

UMAT MUSLIM non-haji dapat melaksanakan ibadah puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah menjelang Hari Raya Iduladha. Ibadah sunnah ini dilakukan di seluruh dunia untuk meraih keutamaan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Pelaksanaan puasa ini diawali dengan membaca lafal niat puasa Tarwiyah, baik pada malam hari maupun sebelum waktu fajar tiba.

Puasa Tarwiyah bertepatan dengan momen ketika jemaah haji bergerak dari Makkah menuju Mina untuk persiapan wukuf. Hukum ibadah ini adalah sunnah muakkad atau sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Landasan ibadah ini merujuk pada hadis riwayat Bukhari mengenai keutamaan amalan pada awal bulan Dzulhijjah.

Pelafalan niat puasa Tarwiyah dapat diucapkan di dalam hati tanpa harus bersuara keras. Waktu pembacaan niat tersebut memiliki kelonggaran karena termasuk ke dalam kategori puasa sunnah. Kaum muslimin dapat berniat sejak malam hari hingga sebelum matahari tergelincir, dengan syarat belum mengonsumsi makanan atau minuman.

Lafal Niat Puasa Tarwiyah

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ التَّرْوِيَةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin (Nawaitu shauma yaumit tarwiyati sunnatan lillahi ta’ala)

Artinya (“Aku berniat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah Ta’ala”).

Fleksibilitas Niat

Membaca niat pada pagi hari tetap sah selama yang bersangkutan belum makan atau minum apa pun sejak subuh.

Bolehkan Menggabungkan dengan Puasa Sunnah Lain?

Menggabungkan niat dengan puasa sunnah lain diperbolehkan jika hari pelaksanaannya bertepatan.

Melalui persiapan yang matang, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah ini tanpa hambatan. Momentum ini menjadi kesempatan berharga untuk meningkatkan ketakwaan serta mendulang pahala di bulan suci.